SEJARAH MONUMEN KAPAL SELAM SURABAYA “MONKASEL”
Tahukah Anda bahwa
Indonesia pernah menjadi salah satu negara dengan militer yang paling ditakuti
di Asia? Salah satu peralatan militer yang paling ditakuti pada masa kejayaan
tersebut adalah kapal selam. Pada tahun 1962,
Indonesia memiliki 12 kapal selam Whiskey Class buatan
Uni Soviet. Kapal selam jenis ini adalah salah satu yang terbaik pada
masanya. Itu yang menyebabkan Indonesia cukup ditakuti pada masa itu termasuk
oleh negara-negara Barat. Anda ingin tahu seperti apa kapal selam yang dimiliki
Indonesia? Anda bisa mengunjungi Monumen Kapal Selam Di Surabaya.
MONUMEN KAPAL SELAM
Kapal Selam
Indonesia merupakan negara maritim yang memiliki wilayah laut yang luas.
Itu sebabnya untuk melindungi wilayah perairan Indonesia, diperlukan armada
laut yang kuat. Salah satu armada laut yang menjadi andalan Indonesia adalah kapal
selam.
Sejak memprokalmasikan kemerdekaan
Republik Indonesia, Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) berupaya memperkuat
armada kapal selamnya. Pada awalnya Indonesia mencoba membuat sendiri kapal
selam pada tahun 1947. Lalu sejak tahun 1959, Indonesia mulai memperkuat armada
lautnya dengan kapal selam buatan Uni Soviet yang berjenis SS dengan tipe Whiskey
Class. Pada tahun 1962, Indonesia memiliki 12 kapal selam dengan
persenjataan torpedo. Semua kapal selam ini adalah baru.
Monumen Kapal Selam 1
Monumen Kapal Selam
Seperti apa kapal selam milik militer Indonesia pada masa itu? Anda bisa
menyaksikan salah satu kapal selam milik Indonesia secara utuh lengkap dengan
persenjataannya di Monumen Kapal Selam yang dikelola
oleh TNI AL. Monumen ini terletak di samping salah satu sungai utama di
Surabaya yaitu Kalimas, tepatnya di samping Plaza Surabaya.
Monumen Kapal Selam di
Surabaya diresmikan pada tanggal 27 Juni 1998. Karena terletak di pusat kota Surabaya sebagai
kota Pahlawan, maka Monumen Kapal Selam bisa menjadi sarana pendidikan yang
mendidik sekaligus menghibur bagi Anda dan putra-putri Anda.
Untuk membawa kapal selam ke tengah kota
Surabaya tidaklah mudah. Mula-mula kapal selam tersebut dipotong menjadi 16
bagian. Lalu dibawa ke area Monumen Kapal Selam setelah itu dirakit kembali.
Monumen Kapal
Selam 2
Sejak memprokalmasikan kemerdekaan
Republik Indonesia, Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) berupaya memperkuat
armada kapal selamnya. Pada awalnya Indonesia mencoba membuat sendiri kapal
selam pada tahun 1947. Lalu sejak tahun 1959, Indonesia mulai memperkuat armada
lautnya dengan kapal selam buatan Uni Soviet yang berjenis SS dengan tipe Whiskey
Class. Pada tahun 1962, Indonesia memiliki 12 kapal selam dengan
persenjataan torpedo. Semua kapal selam ini adalah baru.
Monumen Kapal Selam 1
Monumen Kapal
Selam 2
KRI
Pasopati

Di area Monumen Kapal Selam, Anda bisa menyaksikan sebuah kapal selam yang
berukuran cukup besar. Nama kapal selam ini adalah KRI Pasopati dengan
nomor lambung 410. Panjang dari kapal selam ini adalah 76 meter dengan lebar
6,3 meter.
Kapal selam KRI Pasopati merupakan kapal
selam berjenis SS tipe Wishkey Class. Kapal selam KRI Pasopati dibuat pada
tahun 1952 dan mulai digunakan di Indonesia pada tanggal 15 Desember 1952.
Dengan penggerak diesel, kapal selam KRI
Pasopati dapat menempuh kecepatan maksimum hingga 18,3 Knot (sekitar 34
km/jam). Jika di atas permukaan, kapal selam ini menggunakan penggerak diesel.
Sedangkan jika sedang menyelam, kapal ini menggunakan penggerak batere.
Kapal selam ini dilengkapi 4 buah
peluncur torpedo di depan dan 2 buah peluncur torpedo di belakang. Kapal ini
mengangkut 12 buah torpedo dengan panjang 7 meter. Kapal ini juga mampu
megangkut 63 awak kapal termasuk perwira.
Selain itu, kapal ini mampu menyelam
hingga kedalaman 250 meter di bawah permukaan laut. Sedangkan kedalaman normal
adalah 170 meter. Tentu dengan kemampuan seperti ini, membuat kekuatan laut
Indonesia begitu kuat pada saat itu.
KRI Pasopati bertugas pertama kali dalam
Operasi Alugoro ke Irian Jaya pada tanggal 28 Juli 1962. Operasi Alugoro
merupakan bagian dari Operasi Trikora untuk mengembalikan wilayah Irian Barat
ke NKRI. KRI Pasopati bersama lima kapal selam Indonesia lainnya yaitu KRI
Widjayadanu, KRI Hendradjala, KRI Bramasta, KRI Tjudamani dan KRI Alugoro
ditugaskan untuk menenggelamkan kapal-kapal perang dan niaga musuh sepanjang
pantai utara Irian Barat khususnya kapal perang Belanda.
Monumen Kapal Selam 3
Operasi lainnya adalah operasi di Timor
Timur, Selat Malaka, Laut Cina Selatan, dan Samudera Hindia. KRI Pasopati
sering berada di garis depan ketika konflik terjadi. Pada tanggal 25 Januari
1990, KRI Pasopati berhenti bertugas di TNI AL.
Saat melakukan operasi, para awak kapal
selam ini harus mampu menahan suhu udara yang cukup panas di dalam kapal. Meski
mendapat pasokan oksigen yang cukup, namun kapal ini tidak dilengkapi pendingin
udara. Tentu perjuangan yang keras harus dilakukan oleh awak kapal selam dalam
setiap operasinya.
Bagian Dalam Kapal Selam
Pengunjung Monumen
Kapal Selam bisa masuk ke dalam kapal selam tersebut. Semua bagiannya masih
asli dan menarik untuk dilihat. Dan Anda tidak perlu merasakan panasnya di
dalam kabin kapal selam, karena saat ini di setiap ruangan telah dilengkapi
pendingin udara. Di dalam kapal selam KRI Pasopati dibagi menjadi 7 ruangan.
Setiap ruangan dipisahkan oleh pintu di mana ketika sedang bertempur, setiap
pintu harus tertutup atau kedap. Berikut ini 7 ruangan di KRI Pasopati:
v Ruang Torpedo Haluan
Di sini terdapat 4 peluncur torpedo. Di ruangan ini
juga terdapat torpedo cadangan. Anda juga bisa melihat beberapa tempat tidur
bertingkat yang menjadi tempat istirahat Anak Buah Kapal (ABK).
v Ruang Tinggal Perwira
Di sini terdapat ruang tinggal atau lounge
room untuk perwira sekaligus ruang makan dan tempat bekerja perwira.
Anda juga bisa menemukan kamar komando di sini. Di bawah geladak, Anda juga
bisa menemukan ruang penyimpanan batere Grup 1 di sini.
v Ruang Periskop
Di ruangan ini merupakan pusat pengoperasian kapal
selam dan juga Pusat Informasi Tempur (PIT). Anda bisa menemukan periskop yang
bisa melihat hingga ketinggian 9 meter. Selain itu, ruangan ini juga digunakan
sebagai pusat komunikasi. Di sini juga terdapat WC untuk buang air awakkapal.
Monumen Kapal
Selam 4
v Ruang ABK
Di ruangan ini terdapat ruangan untuk ABK yang terdiri
dari Bintara atau Tamtama. Di ruangan ini ABK dapat beristirahat atau
bersantai. Terdapat juga tempat tidur, dapur, tempat makan, dan gudang
penyimpanan makanan. Di bawah geladak terdapat ruang penyimpanan batere Grup 2
sebanyak 210 cell.
v Ruang Diesel Pendorong
Di dalam ruangan ini terdapat motor diesel sebagai
pendorong utama saat berada di permukaan.
v Ruang Listrik
Bagian ini adalah ruangan untuk motor listrik. Jika
kapal selam sedang menyelam maka yang digunakan adalah tenaga listrik yang
dihasilkan batere. Di ruangan ini terdapat 2 buah motor listrik untuk
menggerakkan baling-baling ataupun melakukan pengisian batere. Motor listrik
ini bisa berfungsi ganda, yaitu saat dipermukaan, maka tenaga diesel akan
menggerakkan motor listrik ini untuk mengisi batere. Sedangkan jika berada di
bawah permukaan, motor listrik ini menjadi penggerak baling-baling untuk
menggerakkan kapal selam. Ini yang membuat kapal selam ini dapat bergerak
dengan senyap.
v Ruang Torpedo Buritan
Di ruangan ini terdapat 2 buah peluncur torpedo
buritan yang berfungsi untuk menyerang dan menghindar.
Monumen Kapal Selam 5

KRI Pasopati bertugas pertama kali dalam
Operasi Alugoro ke Irian Jaya pada tanggal 28 Juli 1962. Operasi Alugoro
merupakan bagian dari Operasi Trikora untuk mengembalikan wilayah Irian Barat
ke NKRI. KRI Pasopati bersama lima kapal selam Indonesia lainnya yaitu KRI
Widjayadanu, KRI Hendradjala, KRI Bramasta, KRI Tjudamani dan KRI Alugoro
ditugaskan untuk menenggelamkan kapal-kapal perang dan niaga musuh sepanjang
pantai utara Irian Barat khususnya kapal perang Belanda.
Monumen Kapal Selam 3
Monumen Kapal
Selam 4
Monumen Kapal Selam 5




Tidak ada komentar:
Posting Komentar